Jawaban Bacaan Bunga Paling Berharga Kelas 5

Daftar Isi

SDOnline.idJawaban bacaan Bunga Paling Berharga adalah materi yang terdapat pada Kelas 5 Tema 8 Subtema 1 pembelajaran 5 yang akan kita bahas kali ini ya Sobat SDOnline. Materi ini adalah lanjutan dari materi tangga nada diatonis mayor. Mari kita simak materinya bersama-sama.

Jawaban Bacaan Bunga Paling Berharga Kelas 5 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 5 Halaman 39

Ayo Membaca

Bunga Paling Berharga

Makale tinggal di sebuah desa yang selalu kekeringan. Hujan jarang turun di desa itu sehingga tidak banyak tetumbuhan. Jangankan bunga-bungaan, semak-semak pun jarang ditemui.

Suatu hari, sebelum berakhirnya pelajaran, Bu Mala memberi seluruh siswanya masing-masing sebuah buku tulis. Buku tulis itu halaman-halaman dalamnya berwarna putih dan bersampul merah. Indah sekali.

“Buku tulis itu untuk kalian. Kalian boleh menulis apa saja di dalamnya,” kata Bu Mala.

“Saya mau menuliskan catatan harian di buku ini,” kata Nola.

“Saya mau menggambar wajah setiap orang yang saya temui,” kata Wendi yang hobi menggambar.

“Saya mau membuat herbarium,” kata Makale.

Bu Mala memandang Makale dengan penuh keheranan mendengar ucapan Makale.

“Kamu mau membuat herbarium?” tanya Bu Mala kepada Makale.

“Ya. Seorang pelancong pernah menunjukkan buku herbariumnya kepada saya. Herbarium itu sangat indah,” jawab Makakale.

“Tetapi, untuk membuat herbarium kamu akan membutuhkan banyak daun. Tahukah kamu?” tanya Bu Mala.

Makale menganggukkan kepalanya sambil berkata, “Atau bunga…”

“Di mana kamu akan mencarinya?” tanya teman-teman Makale.

Makale memandang keluar jendela. Tidak tampak tanaman sama sekali.

“Saya akan mendapatkannya,” kata Makale sambil tersenyum.

Hari berganti hari. Waktu berlalu dengan cepat. Buku tulis merah milik para siswa Bu Mala telah berisi berbagai cerita, gambar, dan foto. Hanya buku tulis Makale yang masih kosong.

Pada suatu hari, sebuah awan hitam berhenti di atas desa tempat tinggal Makale. Tak lama kemudian awan hitam itu mencurahkan hujan yang sangat deras. Benih-benih tumbuhan yang terkubur di dalam tanah tandus desa itu pun tumbuh. Sepetak kebun terbentuk. Bunga-bunga merah kecil memenuhi petak kebun itu.

Makale senang. Dipetiknya sekuntum bunga merah. Hanya satu. Kemudian, ditempelkannya bunga itu di dalam buku tulis merahnya. Hari berikutnya, bunga-bunga lainnya telah layu karena terbakar matahari.

Di dalam kelas, Makale berseru dengan gembira.

“Saya sudah membuat herbarium saya, Bu Mala.”

Bu Mala membuka buku tulis merah Makale. Herbarium itu hanya satu halaman. Hanya ada satu bunga di dalamnya. Namun, bunga itu paling berharga di dunia karena hanya mekar sehari dalam setahun.

Jawaban Bacaan Bunga Paling Berharga Kelas 5 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 5 Halaman 40

Ayo Menulis

Kamu telah membaca cerita “Bunga Paling Berharga”.

1. Tulislah peristiwa-peristiwa yang terjadi pada cerita.

Jawaban:

  • Bu Mala memberi seluruh siswanya masing-masing sebuah buku tulis untuk ditulis apa saja oleh siswanya.
  • Makale berkata kepada Bu Mala ingin membuat sebuah Herbarium.
  • Buku tulis merah milik para siswa Bu Mala telah berisi berbagai cerita, gambar, dan foto. Hanya buku tulis Makale yang masih kosong.
  • Pada suatu hari, turun hujan deras di desa tempat tinggal Makale dan menumbuhkan tanaman serta bunga-bunga.
  • Makale senang, kemudian memetik sekuntum bunga merah dan menempelkannya di dalam buku tulis merahnya.
  • Hari berikutnya, bunga-bunga lainnya telah layu karena terbakar matahari.
  • Di dalam kelas, Makale berseru dengan gembira.
  • Bu Mala membuka buku tulis merah Makale dan Herbarium itu hanya satu halaman.

2. Tuliskan urutan-urutan peristiwa pada cerita.

Jawaban:

  1. Pertama, Bu Mala memberi seluruh siswanya masing-masing sebuah buku tulis untuk ditulis apa saja oleh siswanya.
  2. Namun, Makale berkata kepada Bu Mala ingin membuat sebuah Herbarium.
  3. Selanjutnya, buku tulis merah milik para siswa Bu Mala telah berisi berbagai cerita, gambar, dan foto. Hanya buku tulis Makale yang masih kosong.
  4. Pada suatu hari, turun hujan deras di desa tempat tinggal Makale dan menumbuhkan tanaman serta bunga-bunga.
  5. Karena itu Makale merasa senang, kemudian memetik sekuntum bunga merah dan menempelkannya di dalam buku tulis merahnya.
  6. Hari berikutnya, bunga-bunga lainnya telah layu karena terbakar matahari.
  7. Di dalam kelas, Makale berseru dengan gembira.
  8. Bu Mala membuka buku tulis merah Makale dan Herbarium itu hanya satu halaman.

3. Tulislah kembali cerita tersebut dengan bahasamu sendiri. Tuliskan dengan ejaan yang benar.

Jawaban:

Pertama, Bu Mala memberi seluruh siswanya masing-masing sebuah buku tulis untuk ditulis apa saja oleh siswanya. Namun, Makale berkata kepada Bu Mala ingin membuat sebuah Herbarium. Selanjutnya, buku tulis merah milik para siswa Bu Mala telah berisi berbagai cerita, gambar, dan foto. Hanya buku tulis Makale yang masih kosong.

Pada suatu hari, turun hujan deras di desa tempat tinggal Makale dan menumbuhkan tanaman serta bunga-bunga. Karena itu Makale merasa senang, kemudian memetik sekuntum bunga merah dan menempelkannya di dalam buku tulis merahnya.  Hari berikutnya, bunga-bunga lainnya telah layu karena terbakar matahari. Di dalam kelas, Makale berseru dengan gembira. Bu Mala membuka buku tulis merah Makale dan Herbarium itu hanya satu halaman.

Bacalah tulisanmu, lalu kumpulkan kepada Bapak/Ibu Guru.

Kesimpulan

Selesai sudah pembahasan materi kita tentang bacaan  Bunga Paling Berharga yang dapat kalian temukan pada Buku Siswa Kelas 5 Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 5. Bagaimana, menarik bukan ceritanya? Kini Sobat sudah bisa untuk menuliskan informasi penting yang ada pada teks cerita fiksi dan juga menuliskan cerita Kembali dengan bahasamu sendiri. Supaya Sobat sdonline dapat lebih memahami materi ini, Kalian dapat berdiskusi dengan orang tua tercinta Kalian. Semoga Bermanfaat dan persiapkan diri kalian mempelajari materi pembelajaran berikutnya ya! (SDOnline.id)

0

Materi Terkait


Tinggalkan komentar