Jawaban Meraih Cita walau Nyaris Putus Asa kelas 4

Daftar Isi

Sdonline.id – Pernahkan kamu mendengar kisah seseorang yang  hampir gagal dalam meraih cita-citanya? Simaklah cerita berikut ini, lalu ambil nilai-nilai penting di dalamnya. Kali ini sdonline.id akan membahas Jawaban Meraih Cita walau Nyaris Putus Asa kelas 4 tema 6 subtema 3 pembelajaran 5. Yuk langsing kita simak pembahasannya!

jawaban kelas 4 tema 6

Ayo Membaca

Bacalah kisah Bayu dalam meraih cita-citanya di bawah ini dengan saksama!

Meraih Cita walau Nyaris Putus  Asa

Tawa  riang dan teriakan lantang datang dari  pemilik kaki-kaki kecil yang menyepak bola   kaki  di  tanah lapang di  sebuah kecamatan bernama Ledokombo. Langit mulai berwarna jingga, awan kelam, pertanda siang telah  berganti  malam.  Pemilik kaki   kecil  itu   pun   kembali ke  rumah berkumpul dalam hangatnya keluarga dan sejuknya udara desa.

Kini kaki-kaki kecil  itu  telah menjadi kaki-kaki yang  kukuh dan lincah menari di  atas  rumput hijau stadion besar. Pemilik kaki-kaki kecil  itu adalah  Bayu   Gatra  Sanggiawan.  Pemuda  ini   lahir   pada  tanggal 12 November 1991 di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa  Timur. Telah  lama ia ingin menjadi pemain sepak bola  profesional.

Pada tahun 2005, Bayu bergabung dengan tim kebanggaan warga Jember, yaitu  Persid Jember.  Setiap hari,  ia   berjuang menghabiskan waktu 45 menit untuk menuju tempat latihan dari  rumahnya yang  jaraknya cukup jauh. Ia rajin  berlatih dan menunjukkan prestasi yang  gemilang.

Dari Persid Jember, Bayu pindah ke Persekap Pasuruan sebelum akhirnya ia berhasil masuk tim  PON (Pekan Olahraga Nasional) Jawa  Timur untuk berlomba di  PON  2012 di  Riau.  Akan  tetapi, kemudian ia  mengalami cedera lutut parah saat prestasinya sedang gemilang. Cedera itu hampir membuatnya  putus asa hingga ingin berhenti bermain bola.  Namun, doa dan dukungan dari   keluarga membuatnya tetap  bersemangat.  Ia melakukan operasi agar dapat berlari kembali di lapangan rumput.

Setelah mulai pulih,  ia meningkatkan porsi  latihan agar untuk mengejar ketinggalannya. Kerja keras dan kegigihannya membuahkan hasil. Bayu pun  kembali tampil hebat di lapangan hingga membawa timnya menjadi juara.

Sumber: www.siozan.blogspot.com (dengan perubahan)

Lengkapilah diagram berikut ini berdasarkan bacaan tersebut!

cita-cita Bayu

Apa kesimpulanmu terhadap usaha Bayu untuk meraih cita-citanya?

Meskipun kita berasal dari daerah terpencil jangan pernah malu untuk bermimpi dan meraihnya, seperti halnya bayu yang terusberusaha dan berlatih. Meski menghadapi rintangan dengan cedera, bayu tetap semangat dan terus berdoa hingga akhirnya dierikan kesembuhan dan kembali bermain dilapangan. Dengan kerja keras dan kegigihannya akhirnya dapat meraih juara.

Tidak ada yang  mustahil jika kita berusaha, demikian yang  dilakukan oleh Bayu untuk meraih cita-citanya. Bagaimana dengan usahamu untuk meraih cita- citamu?  Bekerja keras dan pantang menyerah harus dilatih sedini mungkin agar kamu tangguh untuk mencapai mimpi dan cita-citamu.

Meraih Cita walau Nyaris Putus Asa halaman 147

Ayo Membaca

Kamu  telah mengetahui bagaimana menggunakan tekanan dan jeda yang tepat pada saat mendeklamasikan puisi. Selain pelafalan, intonasi dan tekanan yang  tepat, kamu juga harus dapat menunjukkan ekspresi wajah yang  sesuai dengan isi puisi. Oleh  karenanya, penting bagimu untuk mengetahui makna atau isi puisi.

Pada saat  mendeklamasikan sebuah puisi,   pahamilah isi  dan pesan yang ingin disampaikan.  Apabila  puisimu tentang  harapan  dan  doa,  ekspresi wajahmu harus mendukungnya,  yaitu  berekspresi yang  sama saat kamu berdoa.  Jika   puisimu  berkisah  tentang  harapan,   ekspresimu harus  me- nunjukkan mata  berbinar dengan  pandangan  jauh  menerawang.  Jika puisimu berisi tentang pengalaman sedih, ekspresimu harus menunjukkan kesedihan yang  mendalam seperti saat kamu kehilangan orang terkasih.

Kamu  dapat melatih perubahan ekspresi wajah dengan menggunakan kaca atau  dengan bantuan  temanmu. Setelah kamu menghafalkan puisi,   kamu dapat menjiwai puisi  dengan menempatkan dirimu sebagai bagian dari  isi puisi  tersebut.

Ayo Berlatih

Lihatlah kembali puisi-puisi yang  ada di pembelajaran ini.  Kamu  juga dapat mencari  beberapa  puisi    yang    telah  kamu  buat  sebelumnya.  Golongkan puisi-puisi tersebut termasuk ke  dalam puisi   sedih, riang, atau  puisi   yang penuh  pengharapan.  Pilihlah salah  satu  puisi   yang   kamu  paling  sukai. Pahamilah isi  puisi   tersebut, lalu  mulailah berlatih ekspresi wajah sambil mendeklamasikannya.

Mintalah temanmu untuk  menilaimu!

Meraih Cita walau Nyaris Putus Asa halaman 148

Ayo Mengamati

Setiap agama memiliki kekhasan dan keunikan pada tempat ibadahnya. Kekhasan  dan keunikannya dipengaruhi oleh   fungsi dan budaya masyara- kat  sekitar yang menggunakannya. Amatilah berbagai tempat ibadah yang  ada di  daerahmu. Carilah informasi tentang apa saja dan kapan saja tempat ibadah itu dimanfaatkan oleh  umatnya.

Bekerjalah bersama dengan temanmu untuk  melengkapi tabel!

tempat ibadah dan kegunaanya
tempat ibadah dan kegunaanya

Tuliskan kesimpulanmu di bawah ini.

Setiap agama yang ada di Indonesia memiliki tempat ibadah ang berbeda-beda sebagai tempat mereka melaksanakan kegiatan keagamaan mereka masing-masing.

Meraih Cita walau Nyaris Putus Asa halaman 150

Ayo Berkreasi

Ingatkah kamu tentang rumah-rumah ibadah di Indonesia? Tentu kamu telah mempelajari  bagaimana  umat beragama tersebut menggunakannya.  Kali ini, kamu akan membuat sebuah karya seni rupa tentang perayaan keagama- an dan rumah ibadah sebagai objeknya dalam bentuk montase.

Montase merupakan karya seni yang  dibuat dari  berbagai foto  atau gambar yang   digabungkan dengan  gambar tangan, gambar-gambar tersebut bisa terdiri atas berbagai macam gambar yang   berasal dari   foto,  majalah, atau bahan lainnya. Gambar-gambar itu diatur sedemikian rupa sehingga membuat gambar baru yang  mencapai makna.

Alat dan bahan yang  diperlukan sebagai berikut.

1.   Kertas gambar
2.   Gambar-gambar yang  sudah ada, termasuk gambar rumah ibadah
3.   Lem kertas
4.   Gunting
5.   Alat gambar (pensil, spidol, pensil warna)

Cara Kerja:

Pertama, potong atau guntinglah gambar-gambar yang  telah disiapkan mengikuti bentuknya.

Kedua, tempel gambar-gambr tersebut pada kertas gambar dengan menggunakan lem  kertas. Gambar tersebut disusun sesuai cerita yang  kita inginkan.

Terakhir, sempurnakan karya montase dengan menambahkan gambar tangan.

Perhatikan beberapa contoh montase berikut.

Kesimpulan

Demikian tadi pembahasan Jawaban Meraih Cita walau Nyaris Putus Asa kelas 4 tema 6 subtema 3 pembelajaran 5. Semoga pembahasan diatas bermanfaat bagi sobat semua terutama rekan guru dan siswa dalam mempelajari pembelajaran pada tema 6. nantikan pembahasan selanjutnya di sdonline.id

2

Materi Terkait


Tinggalkan komentar